Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah merencanakan kebijakan Lockdown skala mikro jika terjadi transmisi lokal penularan varian Omicron. Itu diungkapkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

Itu diungkapkan dalam konfrensi pers secara virtual yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/12/2021).

Lockdown di level mikro, seperi yang dilakukan di Wisma Atlet bisa diimplementasikan seandainya terjadi transmisi lokal yang sudah terdeteksi. Begitu kita taruh, di lockdown di wisma atlet, kelihatan tidak berkembang,” kata Luhut.

Di kesempatan itu, ia meminta pemerintah daerah tetap memperkuat testing dan tracing di Indonesia. Sebab, dalam beberapa hari terakhir, testing dan tracing mengalami penurunan.

Ia menduga, nihilnya kasus di daerah membuat pejabat setempat malas untuk melakukan testing. Pemerintah daerah pun diimbau tetap melakukan testing itu.

“Ini karena OTG banyak ditemukan di varian Omicron ini,” jelasnya.

Selain itu, dijelaskannya, Testing membantu identifikasi potensi penyebaran kasus. Dengan begitu, upaya isolasi kasus supaya tidak meluas bisa segera dilakukan. Meski begitu, Luhut masih berharap tidak terjadi transmisi lokal varian Omicron di daerah.

Baca juga: Pakar Duga Omicron Sudah Masuk IndonesiaPada kesempatan yang sama, Luhut mengungkapkan adanya orang yang lolos dari karantina wisma atlet. Orang tersebut mendapatkan dispensasi karena pergi dengan keluarganya.“Dan ini kita harapkan tidak ada permintaan dispensasi lagi. Tidak ada. Permintaan dispensasi harus dengan alasan yang kuat dan diberikan, misalkan dokter karena ada hal urgen lainnya, tapi ada prosedurnya,” ungkapnya.Sebelumnya, Luhut mengatakan orang dengan terkonfirmasi Omicron Indonesia saat ini telah mencapai 46 kasus. Hampir seluruhnya karena datang dari luar negeri.“Pemerintah mengingatkan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, jika hanya ingin berlibur, pergi ke wisata domestik di Indonesia,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler