Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Jokowi membali menegaskan larangan ke luar negeri bagi warga dan pejabat negara. Ini dilakukan demi mencegah lonjakan kasus Covid19 akibat varian omicron.

“Warga dan pejabat negara untuk menahan diri tidak bepergian ke luar negeri. Paling tidak sampai situasi mereda,” kata Jokowi dikutip MURIANEWS dalam siaran pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (16/12/2021).

Seperti diketahui, Pemerintah telah mengumumkan adanya kasus varian Omicron di Indonesia. Seorang tenaga kebersihan Wisma Atlet Jakarta terkonfirmasi positif Omicron. Ia tidak memiliki riwayat ke luar negeri, tak bergejala, dan kini telah melakukan PCR ke dua dengan hasil negatif.

Selain itu, ada lima orang yang diduga terpapar Omicron. Lima orang itu, dua Warga Negara Indonesia baru datang dari Amerika dan Inggris. Tiga lainnya Warga Negara China yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk internasional di Manado.

Jokowi menyebut adanya laporan itu tak terelakkan. Sebab, salah satu karakter Omicron adalah penularannya sangat cepat. Untuk mencegahnya, Jokowi meminta agar semua pihak bersama-sama sekuat tenaga agar Omicron tidak meluas di tanah air.

Baca juga: Ada Omicron, Menkes: Waspada dan Jangan Panik

“Jangan sampai terjadi penularan lokal. Kita harus berupaya menjaga situasi Indonesia. Kita pertahankan kasus aktif tetap rendah. Tingkat penularan kita awasi agar tertahan di bawah satu jangan sampai melonjak lagi,” katanya.“Waspada penting tapi jangan panik. Sampai saat ini, Omicron belum menunjukan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama yang sudah mendapatkan vaksin,” katanya.Untuk itu, Jokowi meminta warga yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua maupun yang belum sama sekali di vaksin, untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan.“Meski situasi di dalam negeri sudah mendekati normal, suadara-saudara semuanya jangan kendor menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah daerah agar testing dan tracing ditingkatkan lagi,” ujarnya. Penulis: Zulkifli FahmiSumber: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler