MURIANEWS, Jakarta – Disrupsi media dan teknologi menjadi salah satu ancaman bagi keamanan nasional. Bahkan ancaman itu muncul dari mana saja. Ada beberapa cara mitigasi untuk mencegah itu.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, Selasa (14/12/2021) mengatakan semua pihak harus berkolaborasi menghadapi disrubsi itu.
“Tidak hanya untuk jurnalis, tapi kita semua harus membangun dan mengupayakan literasi kritis tentang disrupsi teknologi yang sekarang sedang terjadi,” kata Wandy dikutip
MURIANEWS dalam YouTube BSSN.
Menurutnya, hal itu harus dilakukan secara massif. “Kita juga harus merumuskan bagaimana ‘kedaulatan nasional di bidang digital’. seperti apa konsep dan implementasinya,” lanjutnya.
Baca juga:
Disrupsi Media Juga Pengaruhi Keamanan NegaraKonsep itu nantinya, memasukan keamanan siber atau cyber security sebagai salah satu pilarnya. Begitu juga penguasaan terhadap big data.
“Jejak digital, yang kita tinggalkan itu aset. Bahkan orang yang mempunyai jejak digital kita lebih tahu kita dari pada kita sendiri, mereka tahu kecenderungan kita,” ujarnya.
“dia bisa mengelompokkan orang. Kalau ditawari iklan ini pasti tertarik,” lanjutnya.
Kemudian diperlukan pengelolaan dan pendidikan. Itu sangat penting dan relevan secara konfrenhensif dalam apapun.“Kita harus menghasilkan orang yang tahu security tadi dan kultur tadi. Ini membutuhkan keterlibatan aktif kita,” tambahnya.Sebelumnya diberitakan, terjadinya disrubsi media disebut sangat memengaruhi keamanan negara. Itu dikemukakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong.“Tentu saja, ini bisa terkait dengan teknologi cyber security (keamanan siber) yang lebih luas. Ancamannya, itu termasuk dalam nilai-nilai kebangsaan kita,” katanya.Dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, ia mengatakan ancaman itu muncul karena serangan bisa datang dari mana saja.“Itu ancaman nyata, dan juga nilai-nilai kebenaran secara umum,” lanjutnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_258524" align="alignleft" width="1280"]

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong. (YouTube/BSSN)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Disrupsi media dan teknologi menjadi salah satu ancaman bagi keamanan nasional. Bahkan ancaman itu muncul dari mana saja. Ada beberapa cara mitigasi untuk mencegah itu.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, Selasa (14/12/2021) mengatakan semua pihak harus berkolaborasi menghadapi disrubsi itu.
“Tidak hanya untuk jurnalis, tapi kita semua harus membangun dan mengupayakan literasi kritis tentang disrupsi teknologi yang sekarang sedang terjadi,” kata Wandy dikutip
MURIANEWS dalam YouTube BSSN.
Menurutnya, hal itu harus dilakukan secara massif. “Kita juga harus merumuskan bagaimana ‘kedaulatan nasional di bidang digital’. seperti apa konsep dan implementasinya,” lanjutnya.
Baca juga:
Disrupsi Media Juga Pengaruhi Keamanan Negara
Konsep itu nantinya, memasukan keamanan siber atau cyber security sebagai salah satu pilarnya. Begitu juga penguasaan terhadap big data.
“Jejak digital, yang kita tinggalkan itu aset. Bahkan orang yang mempunyai jejak digital kita lebih tahu kita dari pada kita sendiri, mereka tahu kecenderungan kita,” ujarnya.
“dia bisa mengelompokkan orang. Kalau ditawari iklan ini pasti tertarik,” lanjutnya.
Kemudian diperlukan pengelolaan dan pendidikan. Itu sangat penting dan relevan secara konfrenhensif dalam apapun.
“Kita harus menghasilkan orang yang tahu security tadi dan kultur tadi. Ini membutuhkan keterlibatan aktif kita,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, terjadinya disrubsi media disebut sangat memengaruhi keamanan negara. Itu dikemukakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong.
“Tentu saja, ini bisa terkait dengan teknologi cyber security (keamanan siber) yang lebih luas. Ancamannya, itu termasuk dalam nilai-nilai kebangsaan kita,” katanya.
Dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, ia mengatakan ancaman itu muncul karena serangan bisa datang dari mana saja.
“Itu ancaman nyata, dan juga nilai-nilai kebenaran secara umum,” lanjutnya.
Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi