Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Disrupsi media dan teknologi menjadi salah satu ancaman bagi keamanan nasional. Bahkan ancaman itu muncul dari mana saja. Ada beberapa cara mitigasi untuk mencegah itu.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, Selasa (14/12/2021) mengatakan semua pihak harus berkolaborasi menghadapi disrubsi itu.

“Tidak hanya untuk jurnalis, tapi kita semua harus membangun dan mengupayakan literasi kritis tentang disrupsi teknologi yang sekarang sedang terjadi,” kata Wandy dikutip MURIANEWS dalam YouTube BSSN.

Menurutnya, hal itu harus dilakukan secara massif. “Kita juga harus merumuskan bagaimana ‘kedaulatan nasional di bidang digital’. seperti apa konsep dan implementasinya,” lanjutnya.

Baca juga: Disrupsi Media Juga Pengaruhi Keamanan Negara

Konsep itu nantinya, memasukan keamanan siber atau cyber security sebagai salah satu pilarnya. Begitu juga penguasaan terhadap big data.

“Jejak digital, yang kita tinggalkan itu aset. Bahkan orang yang mempunyai jejak digital kita lebih tahu kita dari pada kita sendiri, mereka tahu kecenderungan kita,” ujarnya.

“dia bisa mengelompokkan orang. Kalau ditawari iklan ini pasti tertarik,” lanjutnya.

Kemudian diperlukan pengelolaan dan pendidikan. Itu sangat penting dan relevan secara konfrenhensif dalam apapun.“Kita harus menghasilkan orang yang tahu security tadi dan kultur tadi. Ini membutuhkan keterlibatan aktif kita,” tambahnya.Sebelumnya diberitakan, terjadinya disrubsi media disebut sangat memengaruhi keamanan negara. Itu dikemukakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan, Wandy N. Tuturoong.“Tentu saja, ini bisa terkait dengan teknologi cyber security (keamanan siber) yang lebih luas. Ancamannya, itu termasuk dalam nilai-nilai kebangsaan kita,” katanya.Dalam Kegiatan Edukasi dan Literasi Keamanan Informasi Sektor Media, ia mengatakan ancaman itu muncul karena serangan bisa datang dari mana saja.“Itu ancaman nyata, dan juga nilai-nilai kebenaran secara umum,” lanjutnya. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler