Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta - Presiden Jokowi mengatakan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) di bidang sosial, ekonomi, dan budaya harus diupayakan terus-menerus.

Upaya pengentasan kemiskinan ekstrem juga harus dituntaskan sesingkat-singkatnya hingga mencapai nol persen dan kesempatan kerja harus dibuka seluas-luasnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Peringatan Hari HAM Sedunia Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/12/2021).

“Kita harus menjamin akses pelayanan pendidikan dan kesehatan, yang terjangkau dan merata. Dan kita harus menjamin kebebasan beragama serta kebebasan menjaga adat dan budaya,” ujarnya dikutip dari Setkab.go.id.

Baca juga; Jokowi: Komitmen Pemerintah Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat

Jokowi menyebut, akses keadilan sosial, ekonoi dan budaya bagi seluruh rakyat Indonesia di manapun berada harus terus tingkatkan.

Saat ini, pemerintah terus bekerja keras untuk membangun dari pinggiran, desa, dan perbatasan. Upaya itu dilakukan agar hak-hak seluruh masyarakat pada pembangunan dapat terpenuhi.Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh penjuru tanah air itu juga diharapkan dapat membuka investasi untuk hilirisasi serta membuka banyak lapangan kerja.“Gol dari investasi, hilirisasi, industrialisasi adalah membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya, dan kita tahu untuk tahun ini investasi di luar Jawa, ini lebih besar dari investasi yang ada di Pulau Jawa, dan memberikan bantuan sosial untuk membantu kelompok masyarakat yang kurang beruntung,” ujarnya.Selain itu, pemerintah juga bekerja keras untuk mengundang investasi dari dalam maupun dari luar negeri, menerbitkan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, memperbaiki ekosistem investasi, termasuk perbaikan perizinan berusaha melalui online single submission (OSS) sebagai upaya membuka lapangan kerja yang berkualitas bagi seluruh warga negara Indonesia. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler