Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Ilmu Kedokteran (FIK) Univeristas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan Posyandu di Wilayah RT 6 RW 1 Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kegiatan yang sempat terhenti sekitar dua bulan lebih karena kebijakan PPKM 4, itu untuk mengetahui atau deteksi dini kesehatan bayi. Seperti kelengkapan imunisasi serta pemberian penyuluhan gizi.

Di kesempatan itu, mahasiswa yang sedang Pratik Kerja Lapangan juga mengajak masyarakat itu berperan dalam meningkatkan kesehatan dan memerhatikan persoalan gizi pada anak. Pada, Rabu (20/9/2021), mereka mengadakan penimbangan balita di wilayah tersebut.

Dalam praktik kerja lapangan yang dilakukan mahasiswa Jurusan IKM FIK Unnes, Habibah Yulia Resti melakukan beberapa pelayanan untuk mendeteksi kesehatan dan pertumbuhan balita. Dengan bimbingan dari dr Widya Hary Cahyani, dia melakukan pengukuran berat dan tinggi badan.

Dari situ, dia dapat mendeteksi dini gangguan pertumbuhan pada balita. Tak hanya itu, Habibah juga memberikan penyuluhan gizi, dan pemberian makanan bergizi yang telah disiapkannya. Penimbangan itu dilaksanakan di kediaman salah satu pengurus RT 06 RW 01, Hilda dari pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.

“Ada 15 balita yang mengikuti kegiatan Posyandu. Pemeriksaan terbagi menjadi beberapa tahapan,” jelas Habibah.

Pertama, pelayanan kesehatan anak dilakukan dengan penimbangan, pengukuran tinggi badan, pemantauan aktivitas anak, pemantauan status imunisasi anak, pemantauan tindakan orang tua terhadap pola asuh anak, pemantauan permasalahan anak balita dan lainnya.

Kemudian, menuntun orang tua untuk mencatat hasil pengukuran dan pemantauan kondisi anak balita.
Kemudian, menuntun orang tua untuk mencatat hasil pengukuran dan pemantauan kondisi anak balita.Ketiga, penyuluhan terhadap pola asuh anak balita yang meliputi konseling, konsultasi, diskusi kelompok dan demonstrasi dengan orang tua/ keluarga anak balita.Keempat, penyampaian informasi pada orang tua agar menghubungi petugas kesehatan jika terjadi permasalahan terkait anak balita.Kelima, melakukan pencatatan kegiatan yang sudah dilakukan di hari buka Posyandu.“Dari penimbangan yang kemudian dicatat di KMS, dari data tersebut dapat diketahui status pertumbuhan balita, apabila penyelenggaraan posyandu baik maka upaya untuk pemenuhan dasar pertumbuhan anak akan baik pula,” ujarnya.Diketahui KMS adalah kartu untuk mencatat dan memantau pekembangan balita dengan melihat garis pertumbuhan berat badan anak dari bulan ke bulan. Pada KMS dapat diketahui status pertumbuhan anaknya. Reporter: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler