Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan agar seluru elemen di sekolah mulai dari pelajar, guru, hingga petugas sekolah mendapat vaksiin. Itu sebagai langkah antisipasi jika kembali dilakukan pembelajaran secara tatap muka.

Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya saat meninjau secara daring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada pelajar SMP dan SMA, Rabu (14/7/2021) dari Istana Merdeka, Jakarta. “Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini dipercepat agar tercapai kekebalan komunal dan terhindar dari Covid-19,” kata Jokowi, dikutip dari siaran akun youtube sekretariat presiden.

Di kegiatan itu, sebanyak 49 ribu pelajar mengikuti vaksinasi. Rinciannya, 15 ribu pelajar SMP, 15 ribu pelajar SMA, dan 19 ribu nanti dilakukan secara door to door.

Di kesempatan itu, Jokowi menyapa sejumlah perwakilan pelajar dan guru lewat sambungan video conderence. Jokowi menanyakan apakan suntikan vaksinasi itu menyakitkan. Seluruhnya menyebut tidak sakit.

Jokowi juga mendapatkan pertanyaan dari salah satu peserta vaksinasi, Christanti Anita, siswi SMAN 39 Jakarta. Dia menanyakan pengaruh penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan kenaikan kasus Covid-19 saat ini.

Jokowi menjelaskan PPKM diterapkan untuk mengurangi interaksi pertemuan di antara masyarakat. PPKM, kata Jokowi, akan mengurangi mobilitas, pertemuan, dan interaksi orang dengan orang.“Teorinya, kalau mobilitasnya turun, interaksi antar orangnya turun, penyebarannya dipastikan akan turun,” katanya.Jokowi juga menyebutkan semua negara melakukan cara macam-macam, seperti lockdown, pembatasan ketat, PPKM skala mikro, dan lainnya. “ Caranya maca-macam. Intinya, itu mengurangi mobilitas, mengurangi pertemuan orang dengan orang. Intinya ke sana,” imbuhnya. Reporter: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler