Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Rencana pemerintah akan merazia gudang-gudang obat yang melakukan penimbunan obat terapi Covid-19 mendapatkan sorotan. Salah satunya, Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Dalam cuitannya, Susi menyindir langkah yang diambil Menko Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, bila memang Luhut mau merazia harusnya jangan diumumkan di media masa. Dia menilai ancaman Razia itu justru membuat para pelaku penimbunan obat akan segera menyembunyikan obat-obatan yang ditimbun.

“Razia kok kasih tahu 3 hari lagi... ya bisa dipindah dan diumpetin... masa razia dikasih tahu,” cuit Susi di akun Twitter resmi @susipudjiastuti, Selasa (6/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengancam akan merazia gudang-gudang obat. Itu dilakukan jika terjadi kenaikan harga atau kelangkaan obat dalam tiga hari kedepan.

Dilansir detik.com, Luhut mewanti-wanti seluruh produsen obat Covid-19 di Indonesia agar tidak memainkan harga.
Dilansir detik.com, Luhut mewanti-wanti seluruh produsen obat Covid-19 di Indonesia agar tidak memainkan harga.“Saya tekankan apabila dalam tiga hari ke depan kami masih mendapatkan harga obat-obatan cukup tinggi, atau terjadi kelangkaan maka akan diambil langkah-langkah tegas dengan merazia seluruh gudang-gudang mereka yang sudah kami identifikasi keberadaannya,” kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).“Paling lambat saya ulangi hari Rabu. Jadi Kamis tidak boleh terjadi kelangkaan. Kita jangan diatur oleh orang-orang yang serakah,” jelas Luhut. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler