Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Yogyakarta – KH Miftah Maulana Habiburohman atau yang akrab disapa Gus Miftah menggelar pengajuan rutin bertajuk Mujahadah Dzikrul Ghofilin Malam Ahad Pahing di Ponpes Ora Aji Tundan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (6/3/2021) malam.

Pengajian rutin yang didukung PR Sukun ini disiarkan live streaming di Youtube Gus Miftah Official.

Kendati digelar secara daring, tidak mengurangi antusiasme warganet untuk menyaksikan tausiyah dari Gus Miftah. Sebanyak 1.564 viewer melihat acara yang digelar secara virtual itu.

Kanal YouTube Gus Miftah Official turut dibanjiri komentar positif dari warganet yang ingin mendengarkan tausiyah.

Mujahadah malam ini membahas tentang hati yang selamat. Menurut Gus Miftah, hati yang selamat itu yang di dalamnya terdapat Allah SWT.

"Hati yang selamat yang di dalamnya terdapat Allah SWT. Ibadah akan menjadi ringan ketika ingat ada Allah SWT," katanya.

Gus Miftah menyebut, ketika hati sudah menyukai hal-hal baik, maka sesakit apapun kondisi fisik tidak akan terasa. Lebih lanjut, menurutnya saat ini banyak seseorang yang fisiknya baik tetapi tidak dengan rohaninya."Orang kalau hatinya baik, walaupun fisiknya pas-pasan tetap akan terlihat baik. Maka minta ke Allah yang diperbaiki itu tidak hanya fisiknya tetapi juga rohaninya," ujar dia.Di sesi ceramahnya itu, Gus Miftah juga menjelaskan maksud dari dzikrul ghofilin. Yakni memiliki makna zikirnya orang lupa. Sebab, terkadang orang berzikir tetapi tidak sinkron."Terkadang ada yang berzikir, mulutnya membaca takbir atau tahlil. Tetapi tubuhnya tidak sinkron dengan mulutnya. Padahal, zikir itu harus ada kesesuain antara mulut dan hati. Karena sesungguhnya berzikir itu untuk menbuat hati menjadi tenang," imbuhnya. Reporter: Vega Ma'arijil UlaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler