Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di Turkiye, pejabat setempat melaporkan jumlah korban jiwa sudah menyentuh angka 1.498 orang. Sedangkan di Suriah, media pemerintah dan sumber medis menyatakan, sebanyak 810 orang telah ditemukan meninggal di bagian Suriah baik yang dikuasai pemberontak maupun dikuasai pemerintah.

Dengan ini, total korban gempa Turkiye dan Suriah mencapai 2.308 jiwa.

Baca: Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Pulau Saringi NTB

Jumlah korban jiwa pun dilaporkan dapat bertambah karena petugas masih dalam melanjutkan evakuasi.

Tim penyelamat semuanya bergerak untuk memberikan pertolongan kepada warga. Bahkan ada juga yang menggunakan alat berat untuk mengevakuasi warga yang tertimbun reruntuhan.

Mereka berharap menemukan korban selamat, yang dalam beberapa kasus mereka dapat terdengar memohon bantuan di bawah puing-puing.
”Karena saya tinggal di zona gempa, saya terbiasa terguncang. Tapi ini pertama kalinya kami mengalami hal seperti itu. Kami pikir ini adalah kiamat,” kata Melisa Salman, seorang reporter di Kota Kahramanmaras, Turkiye kepada AFP.Baca: Pesisir Barat Lampung Diguncang Gempa Magnitudo 4,7Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed, menyebut gempa Turkiye kali ini adalah gempa bumi terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah Pusat Gempa Nasional Suriah. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler