Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Karena itu, Luhut tidak ingin ke depan ada OTT lagi. Sehingga pihaknya telah melakukan upaya digitalisasi untuk memperkecil celah korupsi.
”Jadi dengan itu kita lakukan digitalisasi, kita akan mengurangi korupsi. Dan kita tidak mau melihat ada OTT ke depan. Kenapa? Negara yang bermartabat tentu punya ekosistem yang baik,” ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah, mengutip Kompas.com, Kamis (19/1/2023).
Baca: Luhut Bilang OTT Tidak Baik Bagi Negara, KPK Buka Suara
Luhut juga menyinggung pernyataannya tentang OTT beberapa waktu lalu. Dia tidak ingin melihat lagi adanya OTT bukan bermaksud untuk memperlancar praktik korupsi. Tapi, lanjutnya, ia tidak ingin negara hebat seperti Indonesia yang penuh puja puji masih ada banyak OTT.
”Jadi jangan salah mengerti kalau pemerintah atau kami tidak ingin melihat OTT bukan karena itu, kami tidak ingin negara yang begitu hebat dipuja-puji orang masih ada OTT karena ekosistem kita tidak bagus,” tutur dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



