Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Luhut mempunyai pertimbangan terkait hal itu, yakni dengan adanya pemanfaatan minyak kepala sawit sebagai bahan bakar alternatif.

”Kita sedang riset soal minyak kelapa sawit, karena kami percaya pada 2045 kami bisa produksi sekitar 100 juta ton minyak sawit,” kata Luhut dikutip dari Antara, Kamis (19/1/2023).

Baca: Luhut Bilang OTT Tidak Baik Bagi Negara, KPK Buka Suara

Luhut kemudian merinci, dari 100 juta ton tersebut, sebanyak 30 persennya akan dialihkan untuk pangan, sementara 70 persen untuk membuat etanol sebagai bahan bakar alternatif.

Dia juga mengatakan jika pengembangan bahan baku alternatif ini menjadi salah satu dari lima pilar pengambangan ekonomi hijau di Indonesia.

Keempat pilar lainnya yaitu dekarbonisasi sektor kelistrikan, transportasi rendah karbon yang salah satunya berupa adopsi kendaraan listrik, industri hijau, dan carbon sinks yang meliputi carbon capture dan carbon offset market.

Lebih lanjut Luhut juga menyebut percepatan pencapaian net zero emission 2060 akan didorong dengan transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.Baca: Indonesia akan Ekspor Minyak Sawit Mentah ke China Sebanyak 1 Juta Ton”Makanya peran minyak sawit akan sangat besar di tahun-tahun mendatang,” katanya.Pemerintah Indonesia pun, lanjut Luhut, melakukan moratorium izin perkebunan kelapa sawit agar tingkat produktivitas bisa ditingkatkan dari 2,3 ton per hektare menjadi 8-10 ton per hektare dalam 10-15 tahun ke depan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Antara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler