Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan, perang dua negara tersebut, dinilainya membawa dampak terhadap krisis ekonomi dalam negeri.
”Kebanyakan makanan kita sehari-hari, seperti mi, roti dan kue-kue lainnya, bahan bakunya, yaitu gandum sekitar 87 persen masih impor dari Ukraina,” ujarnya, mengutip Antara, Sabtu (14/1/2023).
Baca: Elon Musk Sebut Indonesia Mempunyai Masa Depan Cerah
Belum lagi Indonesia ke depan harus menghadapi perubahan iklim dunia yang sangat menantang. Menurutnya, ini juga akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri.
Karena itu, lanjut Mahfud, pemerintah menyusun skema untuk menyelesaikan masalah tersebut. Mahfud juga mengajak masyarakat Indonesia bersatu, khususnya demi memperkuat ketahanan pangan di negeri sendiri.
”kalau pada tahun 1945 masyarakat Indonesia bisa bersatu menghadapi berbagai tantangan sehingga bisa mencapai kemerdekaan, kenapa sekarang tidak,” imbuhnya.
Baca: Mahfud MD Ungkap Tiga Kondisi yang Mendorong Diterbitkannya Perppu Cipta Kerja
Mahfud kemudian mengutip penjelasan seorang kiai kampung yang menegaskan bahwa rumah Pancasila ibarat masjid bagi umat Islam.”Di dalam masjid, orang harus dikeluarkan kalau tidak mengikuti aturan masjid. Di rumah Pancasila, orang melanggar aturan Pancasila harus dikeluarkan. Artinya harus ditindak,” jelasnya.Mahfud menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi terhadap pergerakan-pergerakan anti-ideologi Pancasila yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: AntaraBaca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



