Beli Senpi Ilegal, Pilot Asal Indonesia Ini Ditangkap di Filipina
Murianews
Jumat, 13 Januari 2023 11:43:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti mengatakan, Anton membeli 10 pucuk senpi laras panjang jenis M4 kaliber (5,56 milimeter) senilai 50 ribu peso tanpa amunisi.
Krishna mengatakan harga 50 ribu peso tersebut untuk pembelian satu pucuk senjata laras panjang M4.
Baca: Dijual Rp 10 Juta, Begini pengakuan Penjual Senpi di Klaten Bisa Rakit Senjata
Selain 10 senpi laras panjang, ada juga dua senpi laras pendek merek Ingram berkaliber 9 mm tanpa amunisi. Harga senpi laras pendek itu disebut mencapai 45 ribu peso atau senilai Rp 12,6 juta.
”(Ada) 2 pucuk senpi laras pendek merek Ingram (9 mm), senilai 45 ribu peso, tanpa amunisi,” ujarnya, mengutip Detik.com, Jumat (13/1/2023).
Krishna mengungkapkan Anton Gobay akan membawa senpi tersebut untuk kegiatan organisasi Papua. Namun belum diketahui pasti organisasi Papua yang dimaksud Khrisna.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



