Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah menandatangani kesepakatan mengenai kuota haji Indonesia tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Minggu (8/1/2023) kemarin.

"Alhamdulillah, misi haji 2023 dimulai. Saya hari ini menandatangani kesepakatan haji dengan Menteri Haji Saudi. Kuota haji Indonesia tahun ini sebesar 221.000," kata Yaqut, mengutip dari laman resmi kemenag.

BacaMenag Yaqut Harap Kuota Haji Indonesia Bisa Lebih dari 100 Persen

Menag Yaqut juga menambahkan dari total kuota tersebut, tidak semuanya untuk jemaah haji reguler, melainkam ada yang jemaah haji khusus.

"Kuota itu terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus," imbuhnya.

Kemudian, pihaknya bersama dengan Menteri Haji Arab Saudi juga menyepakati kuita untuk petugas pendamping Haji.

"Adapun untuk petugas, tahun ini kita mendapat 4.200 kuota," terang Yaqut.
"Adapun untuk petugas, tahun ini kita mendapat 4.200 kuota," terang Yaqut.Selain tentang kuota, kesepakatan ini juga mengatur tentang pendaratan (landing) pesawat di Jeddah dan Madinah, serta beberapa kebijakan terbaru terkait pelayanan ibadah haji.BacaMenag Yaqut Sebut Tahun Ini Indonesia Dimungkinkan Dapat Kuota Haji 100 PersenPertemuan dengan Menteri Tawfiq juga dimanfaatkan untuk melobi tambahan kuota bagi Indonesia. Namun, hal itu tidak serta-merta langsung mendapatkan kuita tambahan dari Arab Saudi.Menerutnya, ada berbagai pertimbangan sebelum penambahan kuota itu dilakukan. Kendati demikian, pihaknya berharap ada tambahan kuota bagi Indonesia sehingga bisa mengurangi jumlah antrean jemaah haji."Semua tentu bergantung pada kebaikan hati Yang Mulia Raja Salman, Pangeran Muhammad Bin Salman, dan Bapak Menteri Haji," terangnya.Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kemenag.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler