Kementerian ESDM Setop Operasional Tambang Batu Bara Sawahlunto
Murianews
Jumat, 9 Desember 2022 21:19:31
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Ridwan Djamaluddin mengatakan, seluruh kegiatan operasional dihentikan sementara sampai hasil investigasi ditindaklanjuti dan kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman.
”Seluruh kegiatan operasional di site PT Nusa Alam Lestari sudah dihentikan sementara, sampai hasil investigasi kecelakaan tambang berakibat mati telah seluruhnya ditindaklanjuti,” jelas Ridwan dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (9/12/2022).
Baca: 10 Korban Ditemukan Meninggal Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto
Dalam penjelasannya, kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Mineral dan Batubara nomor 06.E/37.04/DJB/2019 tanggal 15 Agustus 2019 perihal Surat Edaran Kewajiban Perusahaan terkait Tindak Lanjut Kecelakaan Tambang Berakibat Mati.
Terkait kecelakaan ini, empat orang tim inspektur tambang Kementerian ESDM diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan awal hingga investigasi.
”Empat orang Tim Inspektur Tambang telah tiba di lokasi ledakan untuk melakukan pemeriksaan awal, koordinasi evakuasi korban, dan melaksanakan investigasi terhadap kejadian ledakan tersebut. Penyebab ledakan akan diinvestigasi lebih lanjut oleh Inspektur Tambang,” terangnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



