BMKG Minta 1.800 Rumah di Cianjur Direlokasi, Ini Alasannya
Murianews
Kamis, 8 Desember 2022 19:18:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sehingga, pihak BMKG merekomendasikan agar 1.800 rumah itu direlokasi di lahan yang lebih aman dari patahan geser Cugenang. Mengingat, BMKG sendiri mencatat area seluas 8,09 kilometer persegi menjadi zona rawan.
”Berdasarkan zona bahaya tersebut di atas, maka area yang terdokumentasi untuk direlokasi adalah area seluas 8,09 KM2 dengan hunian sebanyak kurang lebih 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang, meliputi sebagian desa Talaga, Sarampad, Nagrak, Cibulakan,” kata Kepala Pusat Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, dikutip dari Detik.com, Kamis (8/12/20222).
Baca: Relokasi Hunian Korban Gempa Cianjur Dipastikan Selesai Sebelum Lebaran
Hal itu berdasarkan analisa BMKG terkait dampak gempa Cianjur berkekuatan 5,6 magnitudo. Daryono mengatakan terdapat zona bahaya yang berada di sepanjang jalur jurus patahan pada jarak 200-500 meter ke arah lurus kanan kiri patahan.
”Bahwa zona berbahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan,” katanya.
Baca: Jokowi Ingatkan Bantuan Gempa Cianjur Jangan Dipakai untuk Beli Motor
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



