Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, jumlah tersebut bisa saja bertambah menjadi 1,5 juta buruh yang kena PHK apabila tidak segera diatasi dengan baik.

”PHK sudah mendekati 500.000 dan jika tidak segera ada pengendalian, PHK bisa mencapai 1,5 juta, ini harus ada antisipasi dan penanganan,” kata Muhadjir, dikutip dari Kompas.com Sabtu (19/11/2022).

Baca: Gelombang PHK, Perusahaan GoTo Rumahkan 1.300 Karyawan

Muhadjir mengatakan, penanganan PHK di tengah tidakpastian perekonomian global ini harus dilakukan berbagai pihak, terutama pelaku usaha. Sehingga, pihaknya meminta agar perusahaan memiliki proyeksi yang jelas untuk target ke depan.

Dia juga mengatakan jika PHK ini harus ditempuh oleh perusahaan sebagai jalan terakhir. Sehingga, apabila masih ada solusi lain, PHK tidak perlu dilakukan.

”Sebisa mungkin ditahan dulu, jangan ada PHK. Kita cari bersama solusinya,” kata Menko PMK.
Baca: Gelombang PHK, 25.700 Buruh Pabrik Sepatu DirumhakanKendati demikian, pihaknya juga tidak menampik adanya gelombang PHK di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Sekali pun PHK terpaksa dilakukan, Muhadjir meminta para pekerja yang di-PHK dapat ditangani dengan baik melalui Jamsostek untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).”Ini harus betul dilaksanakan secara cepat dan tepat. Jangan sampai yg di-PHK terpuruk dan ikut menambah jumlah kemiskinan di daerah,” jelasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler