Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, terjadi angka kematian akibat covid-19 sebesar 43 persen. Mereka yang meninggal ini rata-rata belum melakukan vaksinasi.

”Walaupun sekarang Covid-19 sedikit naik. Kita harus berhati-hati juga. Rata-rata yang meninggal itu 34 persen belum vaksin, jadi kalau belum vaksin hati-hati kau kebagian 34 persen,” kata Luhut, dikutip dari Kompas.com, Kamis (10/11/2022).

Baca: PPKM Diperpanjang, Menkes Sebut Covid-19 Masih Terkendali 

Luhut mengungkapkan, meskipun dirinya sudah melakukan 5 kali vaksin Covid-19, namun ia tetap khawatir jika terkena virus tersebut. Untuk itu, Luhut memastikan tetap menjaga protokol kesehatan dengan masimal.

”Saya sudah lima kali vaksin Covi-19, tapi saya takut-takut juga ini, saya pasang itu (masker),” lanjutnya.

Menurutnya, Covid-19 lebih mudah untuk menyerang orang yang belum melakukan vaksinasi sama sekali. Bahkan dari data yang dimiliki, 40 persen masyarakat yang terpapar covid-19, ternyata belum melakukan vaksinasi.Baca: Covid-19 Ngamuk Lagi, Luhut: Gunakan PPKM Level”Kita bicara data, yang kena hampir 40 persen. Orang yang belum vaksin booster termasuk kategori itulah. Silahkan saja kalau mau (tidak booster), saya belum mau (terkena Covid-19),” ujar Luhut. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler