Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam keterangannya di persidangan, pada saat dirinya berada di titik penjemputan, yakni di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Ahmad mengaku berhenti di pintu belakang rumah tersebut. Hal ini lantaran bagian depan rumah, sudah ada dua mobil yang parkir.

”Sampai di dalam rumah saya kaget karena ramai dan banyak juga kamera,” kata Syahrul.

Karena tidak tahu, Ahmad kemudian menanyakan kepada salah satu orang yang ada di TKP tersebut. Dia bilang hendak membantu mengangkat orang yang sakit ke Ambulans yang dibawanya.

Baca: Kesaksian Sopir Ambulans yang Mengangkut Jenazah Brigadir J 

”Saya bilang, ‘yang sakit yang mana, Pak?’ Katanya ikutin saja. Saya ikuti police line. Lalu, saya terkejut di samping tangga ada jenazah,” ujarnya lagi.

Kemudian majelis hakim menanyakan kepada Ahmad apakah jenazah tersebut sudah berada di kantong atau tidak.

”Belum. Masih tergeletak berlumuran darah, Yang Mulia,” jawab Ahmad.Baca: Ibu Brigadir J Marah di Persidangan Kuat Ma`ruf”Setelah itu, apa yang Saudara lakukan setelah lihat ada jenazah?” tanya hakim lagi.”Saya disuruh salah satu anggota untuk cek nadinya. Saya cek, sudah tidak ada nadinya. Memang sudah tidak ada, Yang Mulia,” ujar Ahmad. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler