Kesaksian Sopir Ambulans yang Mengangkut Jenazah Brigadir J
Murianews
Senin, 7 November 2022 12:49:45
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dalam kesaksiannya, Ahmad diminta oleh Anggota Provos untuk tidak menyalakan rotator dan membunyikan sirine ambulans. Dia juga tidak emngetahui maksud tersebut, lantaran pemesan ambulans itu rupanya juga nomor yang tidak dikenal.
Ahmad bercerita, pada 8 Juli 2022 pukul 19.08 WIB lalu dia mendapat pesan dari orang tidak dikenal untuk melakukan live lokasi via WhatsApp.
Baca: Ibu Brigadir J Marah di Persidangan Kuat Ma`ruf
”Tanggal 8 (pukul) 19.08 WIB dikirimin share location lokasi penjemputan, lalu saya prepare menuju ke lokasi. Saya belum melihat belum masuki Maps, 19.13 WIB ada nomor tidak dikenal WhatsApp saya, nge-WhatsApp saya meminta share live lokasi, 19.14 WIB saya kirimkan share live location,” kata Ahmad dalam persidangan, Senin (7/11/2022).
Ahmad kemudian berangkat dari Pancoran Barat melalui Jalan Tegal Parang. Saat tiba di depan RS Siloam Duren Tiga, Ahmad menyebut ada seseorang menaiki motor dan mengetuk kaca ambulans.
”Kemudian saya jalan dari Tegal Parang menuju ke titik lokasi penjemputan. Sampai di Siloam Duren Tiga, ada orang tidak dikenal mengetuk kaca mobil,” kata Ahmad.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



