Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI fraksi NasDem Taufik Basari. Menurutnya, sejauh ini gas air mata menjadi sebab meninggalnya ratusan orang yang menonton pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya pada 1 Oktober 2022 di Stadion kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

’’Hasil temuan Komnas HAM ini harus diperhatikan dan ditelusuri lebih lanjut. Kedua, hal ini berkaitan dengan kebutuhan akan akuntabilitas penggunaan gas air mata di dalam peristiwa Kanjuruhan,’’ kata Taufik,  dikutip dari Detik.com, Kamis (3/11/2022).

Baca: Tersangka Baru di Tragedi Kanjuruhan Bakal Bertambah, Siapa?

Taufik mengatakan, masyarakat harus mengetahui jumlah personel kepolisian yang membawa gas air mata. Sehingga pengungkapan ini harus transparan agar masyarakat juga mengetahui kebenarannya.

’’Masyarakat juga harus tahu berapa personel yang membawa gas air mata, berapa gas air mata yang digunakan dan berapa gas air mata yang tersisa yang tidak digunakan,’’ tutur dia.

Menurutnya, hal ini penting untuk dijelaskan kepada publik sebagai bahan evaluasi ke depan dalam setiap proses pengamanan pertandingan sepak bola.
Taufik berharap tragedi Kanjuruhan ini menjadi bahan pembenahan Polri. Dia juga meminta penanganan tragedi ini dilakukan secara komprehensif.Baca: TGIPF Sebut Proses Jatuhnya Korban Tragedi Kanjuruhan Lebih Mengerikan’’Peristiwa tragedi Kanjuruhan ini harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembenahan Polri dan upaya mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri. Karena peristiwa Kanjuruhan ini pun juga berkontribusi untuk membuat, atau berkurangnya (kepercayaan) publik kepada Polri,’’ tutur Taufik. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler