Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius di Indonesia Lebih Tinggi dari Gambia dan Nigeria
Murianews
Senin, 24 Oktober 2022 14:09:12
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi menyebut jika kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan di Gambia dan Nigeria.
Ungkapan Muhadjir tersebut sertai dengan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus gangguan ginjal akut pada anak tahun 2022 ini paling banyak terjadi di Indonesia dengan total 118 kematian.
Jumlah itu melampaui kasus kematian di Gambia yang berjumlah 50 kematian dan Nigeria yang berjumlah 28 kematian.
Karena itu, pihaknya meminta agar perlu adanya pelacakan terhadap obat-obatan jenis sirop yang diduga menjadi penyebab munculnya gagal ginjal akut misterius tersebut. Terlebih dengan adanya semaran zat etilen glikol dan dietilen glikol.
Baca: Ini Gejala Gagal Ginjal Akut pada Anak yang Penting Diwaspadai Orang Tua
”Oleh sebab itu, perlu diadakan pelacakan mulai dari asal muasal bahan baku, masuknya ke Indonesia hingga proses produksi obat-obat yang mengandung kedua zat berbahaya tersebut,” ungkap Muhadjir, dikutip dari Kompas.com, Senin (24/10/2022).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Menko PMK Muhadjir Effendy (Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Efendi menyebut jika kasus gagal ginjal akut misterius di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan di Gambia dan Nigeria.
Ungkapan Muhadjir tersebut sertai dengan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus gangguan ginjal akut pada anak tahun 2022 ini paling banyak terjadi di Indonesia dengan total 118 kematian.
Jumlah itu melampaui kasus kematian di Gambia yang berjumlah 50 kematian dan Nigeria yang berjumlah 28 kematian.
Karena itu, pihaknya meminta agar perlu adanya pelacakan terhadap obat-obatan jenis sirop yang diduga menjadi penyebab munculnya gagal ginjal akut misterius tersebut. Terlebih dengan adanya semaran zat etilen glikol dan dietilen glikol.
Baca: