Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dengan tegas menolak adanya politik identitas dalam pemilu 2024. Bahan dirinya mengaku siap melawan apabila menggunakan politik identitas dalam pesta demokrasi tersebut.
Menurutnya, politik identitas hanya akan memperkeruh demokrasi dan dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa. Sehingga, politik identitas harus dihindari demi terwujudnya tatanan kebangsaan dan kenegaraan yang demokratis.
”PBNU akan melawan. Kami bukan hanya menentang, bukan hanya menolak tapi kami juga akan melawan semua yang menggunakan politik identitas,” katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (22/10/2022).
Baca: Watimpres Usul Pemilu 2024 Tak Lagi Mencoblos Caleg Tapi Partai
Ia juga sangat tidak setuju kepada pihak-pihak yang berupaya memperalat agama sebagai senjata politik, sebab bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya. (Murianews/Istimewa TVNU)[/caption]
MURIANEWS, Jombang – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf dengan tegas menolak adanya politik identitas dalam pemilu 2024. Bahan dirinya mengaku siap melawan apabila menggunakan politik identitas dalam pesta demokrasi tersebut.
Menurutnya, politik identitas hanya akan memperkeruh demokrasi dan dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa. Sehingga, politik identitas harus dihindari demi terwujudnya tatanan kebangsaan dan kenegaraan yang demokratis.
”PBNU akan melawan. Kami bukan hanya menentang, bukan hanya menolak tapi kami juga akan melawan semua yang menggunakan politik identitas,” katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (22/10/2022).
Baca: