Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan temuan tiga zat berbahaya yang terkandung dalam obat cair atau sirop. Diduga, tiga zat berbahaya ini yang menyebabkan munculnya gangguan akut misterius yang menjangkiti anak-anak.
Budi Gunadi mengaku sudah meneliti bahwa pasien balita yang terkena ginjal akut misterius terdeteksi memiliki 3 zat kimia berbahaya. Ketiganya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).
”Ketiga zat kimia ini merupakan impurities dari zat kimia 'tidak berbahaya', polyethylene glycol, yang sering dipakai sebagai solubility enhancer di banyak obat-obatan jenis syrup,” katanya, dikutip dari Detik.com, Kamis (20/10/2022).
Baca: Wamenkes Sebut 15 Obat Sirop yang Diuji Masih Mengandung Etilen Glikol
Dia mengatakan jika yang melakukan penelitian itu adalah dr Nadia. Obat sirop itu dikonsumsi dan tersedia di rumah pasien balita yang mengalami gagal ginjal akut. Obat itu terbukti mengandung EF, DEG, EGBE, yang seharusnya tidak atau sangat sedikit kadarnya di dalam obat-obatan sirop.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Sirop (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membeberkan temuan tiga zat berbahaya yang terkandung dalam obat cair atau sirop. Diduga, tiga zat berbahaya ini yang menyebabkan munculnya gangguan akut misterius yang menjangkiti anak-anak.
Budi Gunadi mengaku sudah meneliti bahwa pasien balita yang terkena ginjal akut misterius terdeteksi memiliki 3 zat kimia berbahaya. Ketiganya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).
”Ketiga zat kimia ini merupakan impurities dari zat kimia 'tidak berbahaya', polyethylene glycol, yang sering dipakai sebagai solubility enhancer di banyak obat-obatan jenis syrup,” katanya, dikutip dari Detik.com, Kamis (20/10/2022).
Baca: