Kementerian PPPA Catat Ada 43 Anak yang Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan
Murianews
Senin, 17 Oktober 2022 08:31:14
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat ada sebanyak 43 anak yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Sementara total korban sejauh ini sebanyak 132 orang yang meninggal dunia.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak pada Kementerian PPPA, Nahar mengatakan, puluhan korban anak yang meninggal tersebut terdiri atas 33 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.
”Total ada 132 korban, 43 di antaranya anak-anak. Dari 43 korban anak-anak itu, 33 antaranya laki-laki dan 10 perempuan,” kata Nahar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (17/10/2022).
Baca: Korban Tragedi Kanjuruhan Total Mencapai 712 Orang
Dia menambahkan, saat ini KPPPA juga telah memberikan layanan dukungan psikologis kepada 119 korban yang masih selamat. Dari jumlah itu, 51 korban selamat di antaranya adalah anak-anak.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tragedi Kanjuruhan hampir mirip dengan kejadian yang terjadi di Peru pada 1964. Tragedi Kanjuruhan dipastikan menjadi insiden sepak bola memilukan kedua setelah di Peru.(internet)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat ada sebanyak 43 anak yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. Sementara total korban sejauh ini sebanyak 132 orang yang meninggal dunia.
Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak pada Kementerian PPPA, Nahar mengatakan, puluhan korban anak yang meninggal tersebut terdiri atas 33 anak laki-laki dan 10 anak perempuan.
”Total ada 132 korban, 43 di antaranya anak-anak. Dari 43 korban anak-anak itu, 33 antaranya laki-laki dan 10 perempuan,” kata Nahar, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (17/10/2022).
Baca: