Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Viral video petir yang menyambar puncak gunung merapi, mendapatkan tanggapan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Video tersebut viral lantaran percikan sinar yang begitu dahsyat.

Peneliti Pusat Sains Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan, fenomena petir yang menyambar puncak gunung merapi itu adalah bentuk dari pada petir vulkanik.

”Petir vulkanik biasa muncul dari gunung yang mengeluarkan gumpalan kolom abu yang tebal seperti di puncak Merapi,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (12/10/2022).

Baca: Viral Video Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas

Ia mengatakan, gumpalan itu terbentuk dari lontaran partikel-partikel kecil yang terkompresi di bawah gunung berapi.

Andi kemudian membedakan dengan gunung tertinggi di dunia, yakni Gunung Mauna Kea yang berada di kepulauan Hawaii.

”Berbeda dengan di Mauna Kea (Hawaii) yang gunungnya mengeluarkan lava pijar cair sehingga tidak memungkinkan untuk terjadi pemisahan muatan,” terangnya.Baca: Viral! Petir Menyambar Puncak Gunung MerapiDiberikatakn sebelumnya, video viral petir menyambar puncak gunung merapi itu terekam kamera CCTV dari Frekom Tagana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa (11/10/2022) sekitar pukul 16.44 WIB.”Petir terekam menyambar Puncak Merapi,” demikian narasi yang dituliskan akun Instagram @merapi_uncover. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler