Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruna telah mempunyai pon kunci penyebab kerusuhan terjadi. Poin kunci itu adalah laga antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar sore hari, tetapi digeser menjadi malam hari.

Anggota TGIPF Rhenald Kasali mengatakan, ada indikasi pihak kuat yang mengatur laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tetap digelar malam hari.

”Misal kenapa jadinya (pertandingan) malam itu, juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Rabu (12/10/2022).

Namun, Rhenald Kasali tidak menjelaskan secara gamblang pihak-pihak yang mengatur agar liga 1 di Stadion Kanjuruhan itu tetap digelar pada malam hari.

Baca: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Bertambah

”Saya belum bisa, kita belum bisa sebutkan walaupun saudara-sudara sudah bisa menciumnya,” imbuhnya.

Ia menyatakan TGIPF sedang menyelidiki alasan pertandingan Arema dengan Persebaya digelar malam hari. Padahal polisi telah merekomendasikan laga digelar sore.

TGIPF juga sempat bertanya terkait pengerahan Satuan Penindakan Huru-Hara (PHH) Brimob Polri ke dalam Stadion Kanjuruhan. Namun, TGIPF hanya mendapat penjelasan soal satu level komando yang memberi perintah.”Tadi kami sudah bicarakan berapa level. Menurut Kompolnas baru satu level di atasnya, itu yang baru Saya dengar. Sedangkan menurut ketentuan adalah dua level di atasnya,” ujarnya.Baca: Korban Tragedi Kanjuruhan Matanya Memerah Karena Terkena Gas Air MataKetua TGIPF Mahfud MD mengatakan bakal segera menganalisis sekaligus menyusun kesimpulan dan rekomendasi.”Sehingga diharapkan laporannya bisa saya serahkan kepada bapak presiden pada hari Jumat pekan ini,” kata Mahfud. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler