BMKG Sebut Ada Peningkatan Cuaca Esktrem Pada 9-15 Oktober
Murianews
Minggu, 9 Oktober 2022 13:21:33
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dimulai pada 9-15 Oktober. Bahkan hal ini diprediksi terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.
”Selain itu, aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin juga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan,” katanya, dikutip dari laman resmi BMKG, Minggu (9/10/2022).
Baca: BMKG Ingatkan Adanya Cuaca Ekstrem Selama Sepekan ke Depan
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi (dok. Murianews)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, beberapa wilayah di Indonesia berpotensi terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dimulai pada 9-15 Oktober. Bahkan hal ini diprediksi terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.
”Selain itu, aktifnya fenomena gelombang atmosfer seperti Madden Jullian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin juga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan,” katanya, dikutip dari laman resmi BMKG, Minggu (9/10/2022).
Baca: