Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Kedelai yang diperjual belikan di Indonesia, rupanya hampir 90 persen adalah produk impor. Bahkan stok kedelai per 6 Oktober 2022 yang masih tersedia 400 ribu ton, ternyata juga hasil impor.

Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra menyatakan, kebutuhan kedelai dalam negeri masih dominasi kedelai impor. Bahkan boleh dikatakan untuk komoditas kedelai ini, Indonesia masih bergantung pada impor.

Dia juga mengatakan jika volume impor hingga saat ini mencapai hampir 90 persen.

”Sementara sistem stoknya itu di para importir sangat dynamic,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co, Jumat (7/10/2022).

Baca: Kemendag Subsidi Kedelai Rp 1.000 per Kilogram 

Ia menjelaskan komoditas kedelai tidak tahan lama untuk disimpan di gudang selama berbulan-bulan, sehingga sistem pasokannya amat bergantung pada kelancaran proses angkutan dan distribusinya.
Dia mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan kedelai pada bulan ini, proses pengirimannya sudah dilakukan sejak sebulan sebelumnya. Begitupun impor bulan November, akan berlangsung prosesnya sejak Oktober.”Kapal yang membawa kedelai stok sekitar 250 ribu ton setiap bulannya,” imbuh Syailendra.Sehingga, meski harga kedelai per bushel pada Oktober 2022 sudah cenderung turun, harga kedelai saat ini masih cenderung tinggi lantaran kenaikan yang terjadi pada periode sebelumnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Tempo.co

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler