Impor Kedelai RI Hampir 90 Persen, Produk Petani Bagaimana?
Murianews
Jumat, 7 Oktober 2022 14:04:27
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Kedelai yang diperjual belikan di Indonesia, rupanya hampir 90 persen adalah produk impor. Bahkan stok kedelai per 6 Oktober 2022 yang masih tersedia 400 ribu ton, ternyata juga hasil impor.
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra menyatakan, kebutuhan kedelai dalam negeri masih dominasi kedelai impor. Bahkan boleh dikatakan untuk komoditas kedelai ini, Indonesia masih bergantung pada impor.
Dia juga mengatakan jika volume impor hingga saat ini mencapai hampir 90 persen.
”Sementara sistem stoknya itu di para importir sangat dynamic,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co, Jumat (7/10/2022).
Baca: Kemendag Subsidi Kedelai Rp 1.000 per Kilogram
Ia menjelaskan komoditas kedelai tidak tahan lama untuk disimpan di gudang selama berbulan-bulan, sehingga sistem pasokannya amat bergantung pada kelancaran proses angkutan dan distribusinya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pekerja menunjukkan kedelai yang menjadi bahan baku produksi tahu dan tempe. (Murianews/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Kedelai yang diperjual belikan di Indonesia, rupanya hampir 90 persen adalah produk impor. Bahkan stok kedelai per 6 Oktober 2022 yang masih tersedia 400 ribu ton, ternyata juga hasil impor.
Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Syailendra menyatakan, kebutuhan kedelai dalam negeri masih dominasi kedelai impor. Bahkan boleh dikatakan untuk komoditas kedelai ini, Indonesia masih bergantung pada impor.
Dia juga mengatakan jika volume impor hingga saat ini mencapai hampir 90 persen.
”Sementara sistem stoknya itu di para importir sangat dynamic,” ujarnya, dikutip dari Tempo.co, Jumat (7/10/2022).
Baca: