Simpang Siur Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Tragedi Kanjuruhan
Murianews
Selasa, 4 Oktober 2022 17:51:42
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan hingga saat ini masih simpang siur. Padahal, ini merupakan hari ketiga pasca tragedi tersebut.
Perbadaan data itu terjadi antara data dari Polri, Aremania, Posko Postmortem Crisis Center serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
Pada data yang dirilis oleh Polri, terdapat 125 korban meninggal dunia dalam tragedi kanjuruhan itu. Kemudian korban luka-luka mencapai 467 orang.
”Untuk jumlah korban meninggal dunia masih tetap yaitu 125 sampai hari ini. Kemudian untuk jumlah korban luka ada 467 orang,” kata kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (4/10/2022).
Baca: Polisi Cari Dalang Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
Jumlah ini berbeda dengan hasil pendataan yang dilakukan oleh suporter Arema FC atau Aremania. Salah satu perwakilan Aremania, Dadang Indarto meyakini jumlah korban tewas Tragedi Kanjuruhan lebih tinggi dari yang dirilis kepolisian.
”Kalau data yang dikeluarkan pemerintah sekarang 125 korban meninggal dunia, kami memperkirakan itu lebih. Kalau menurut perkiraan kami di atas 200,” kata Dadang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tragedi Kanjuruhan hampir mirip dengan kejadian yang terjadi di Peru pada 1964. Tragedi Kanjuruhan dipastikan menjadi insiden sepak bola memilukan kedua setelah di Peru.(internet)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Korban meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan hingga saat ini masih simpang siur. Padahal, ini merupakan hari ketiga pasca tragedi tersebut.
Perbadaan data itu terjadi antara data dari Polri, Aremania, Posko Postmortem Crisis Center serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
Pada data yang dirilis oleh Polri, terdapat 125 korban meninggal dunia dalam tragedi kanjuruhan itu. Kemudian korban luka-luka mencapai 467 orang.
”Untuk jumlah korban meninggal dunia masih tetap yaitu 125 sampai hari ini. Kemudian untuk jumlah korban luka ada 467 orang,” kata kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (4/10/2022).
Baca: