Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Harga komoditas beras hingga saat ini terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan imbas dari harga bahan bakar minyak (BBM) yang diniakkan oleh pemerintah sejak 3 September lalu.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, melambungnya harga beras itu tidak bisa dihindari. Sebab, berbagai komponen untuk produksi hingga distribusi beras juga mengalami keniakan.
”Memang tidak bisa dihindari kenaikan harga (beras) yang pertama karena memang fertilozer naik, kedua memang biaya tanam, ada distribusi BBM memang naik kemarin,” kata Arief, dikutip dari Kompas.com, Senin (3/10/2022).
Baca: Pantau Pasar Usai BBM Naik, Bupati Grobogan Dapati Harga Beras dan Cabai Naik
Kendati mengalami kenaikan, Arif belum bisa menyebutkan secara pasti angka kenaikan tersebut. Namun, dirinya memperkirakan kenaikan ini akan mulai terjadi di berbagai daerah.
Kendati demikian, permintaan untuk komoditas beras sejauh ini juga terus mengalami kenaikan. bahkan, lanjutnya, distri businya cenderung meningkat tajam.
Menurutnya, distribusi dati perum Bulog yang biasanya sekitar 30.000-40.000 ton, kini menjadi 200.000 ton beras.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Stok beras yang ada di Gudang Bulog Depok, Kecamatan Toroh, Grobogan. (MURIANEWS/Dani Agus)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Harga komoditas beras hingga saat ini terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan imbas dari harga bahan bakar minyak (BBM) yang diniakkan oleh pemerintah sejak 3 September lalu.
Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, melambungnya harga beras itu tidak bisa dihindari. Sebab, berbagai komponen untuk produksi hingga distribusi beras juga mengalami keniakan.
”Memang tidak bisa dihindari kenaikan harga (beras) yang pertama karena memang fertilozer naik, kedua memang biaya tanam, ada distribusi BBM memang naik kemarin,” kata Arief, dikutip dari Kompas.com, Senin (3/10/2022).
Baca: