Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Harga komoditas beras hingga saat ini terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan imbas dari harga bahan bakar minyak (BBM) yang diniakkan oleh pemerintah sejak 3 September lalu.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, melambungnya harga beras itu tidak bisa dihindari. Sebab, berbagai komponen untuk produksi hingga distribusi beras juga mengalami keniakan.

”Memang tidak bisa dihindari kenaikan harga (beras) yang pertama karena memang fertilozer naik, kedua memang biaya tanam, ada distribusi BBM memang naik kemarin,” kata Arief, dikutip dari Kompas.com, Senin (3/10/2022).

Baca: Pantau Pasar Usai BBM Naik, Bupati Grobogan Dapati Harga Beras dan Cabai Naik 

Kendati mengalami kenaikan, Arif belum bisa menyebutkan secara pasti angka kenaikan tersebut. Namun, dirinya memperkirakan kenaikan ini akan mulai terjadi di berbagai daerah.

Kendati demikian, permintaan untuk komoditas beras sejauh ini juga terus mengalami kenaikan. bahkan, lanjutnya, distri businya cenderung meningkat tajam.

Menurutnya, distribusi dati perum Bulog yang biasanya sekitar 30.000-40.000 ton, kini menjadi 200.000 ton beras.

”Sehingga berikutnya lagi tetap Bulog akan men-support pasar,” ujarnya.Baca: Cek Harga Beras di Kudus Hari Ini, Mulai Ikutan NaikArief mengatakan, saat ini Bulog membeli beras dari petani Rp 8.000 per kilogram yang semula Rp 8.300.Sementara untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) hanya mencapai 800.000 ton. Karenanya, kata dia, Bulog akan melakukan penyerapan mencapai 1,2 juta ton.”Kita engga diam-diam, kita akan ke Sulawesi Selatan lakukan penyerapan, top up Bulog sampai dengan 1,2 juta ton beras,” tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler