Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kemarahannya di hadapan publik. Kali ini, Jokowi murka lantaran masih instansinya masih ada yang mengimpor aspal dengan jumlah banyak.

Padahal, di Indonesia sendiri ketersediaan aspal masih cukup melimpah. Namun, hal ini tidak dimanfaatkan dengan baik, tetapi justru malah membeli dari luar negeri.

”Yang saya paling tidak senang kalau dalam negeri ada kita masih impor. Baik ini produk dari usaha kecil maupun besar,” ungkap Jokowi saat membuka Gerakan Kemitraan Inklusif UMKM Naik Kelas yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/10/2022).

Baca: Surya Paloh Sebut Jokowi Sambut Baik Deklarasi Anis Sebagai Capres Nasdem

Soal impor aspal menjadi salah satu yang jadi kekesalan Jokowi dia mengungkapkan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara punya cadangan aspal sebesar 662 juta ton.

Namun, meskipun sudah jelas kekayaan aspal Indonesia sangat besar, nyatanya masih ada catatan impor komoditas tersebut sebanyak 5 juta ton per tahun.
”Aspal kita sekali lagi 662 juta ton, kita malah impor, setahun 5 juta ton. Hal hal begini tidak boleh terjadi. Untuk produk apapun, kalau kita punya jangan beli impor,” ungkap Jokowi.Baca: Jokowi: Sebentar Lagi pemerintah Akan Umumkan Akhir Pandemi Covid-19”Di sana ada deposit aspal 662 juta ton, yang masih dalam proses hilirisasi dan industrialisasi. Bisa usaha menengah dan kecil, atau usaha besar, tapi belum semua. Ini baru satu perusahaan,” ungkap Jokowi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler