Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak pernah sarapan nasi pada saat pagi hari. Tetapi orang nomor satu di Indonesia itu justru mengaku sarana angka.

Jokowi mengatakan, setiap pagi ada laporan berupa angka-angka yang harus dirinya lihat. Hal itu berlangsung sejak dirinya menjadi Presiden.

”Saya tiap pagi tuh selalu mendapatkan laporan angka-angka. Sarapan pagi nggak pernah, angka-angka sarapan saya tiap pagi. Selalu, kita lihat realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.764 triliun, ini tumbuh 49 persen year-on-year (yoy),” ujar Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2023, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (29/9/2022).

Baca: Jokowi Janji Berikan Tambahan Bansos untuk Masyarakat Miskin

Kendati demikian, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membayar pajak. Terlebih, penerimaan negara dari sektor pajak mengalami pertumbuhan.

Jokowi mengatakan, penerimaan pajak sampai sekarang mencapai Rp1.171 triliun atau mengalami pertumbuhan hingga 58 persen.

”Artinya pembayar pajak masih ada dan justru tumbuh. Penerimaan bea dan cukai Rp206 triliun, ini tumbuh 30,5 persen, tumbuhnya sangat melompat,” ungkap Jokowi.Baca: Mahfud MD Sebut Jokowi Kecewa Karena Yudikatif Sering Gembosi Kasus KorupsiDia juga mengungkapkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang saat ini telah mencapai Rp386 triliun. Menurutnya, angka tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 38,9 persen.”Ini angka-angka yang saya terima dari tadi pagi. Nanti tolong ditanyakan sama bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) jelasnya siapa yang bayar pajak, bea cukai ini siapa yang bayar, PNBP itu siapa yang bayar,” ungkapnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler