Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Yogyakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto menyoroti masih banyaknya mafia tanah yang terus bergerak merugikan masyarakat.

Menurutnya, ada lima oknum yang terlibat dalam kasus mafia tanah. Lima oknum ini mulia dari oknum yang berada di BPN hingga oknum kepala desa.

”Saya sampaikan mafia tanah itu ada lima oknum. Oknum BPN, oknum pengacara, oknum notaris, oknum kecamatan, karena Pak Camat ini adalah sebagai PPAT sementara, dan kepala desa,” kata Hadi, dikutip dari detik.com, Rabu (28/9/2022).

Baca: Jokowi: Kalau Ada Mafia Tanah, Silakan Gebuk!

Karena itu, Hadi pun meminta kepada masyarakat agar tidak ragu untuk melawan mafia tanah. Sebab, apabila dibiarkan berkeliaran, korban yang berjatuhan akan semakin banyak.

”Kalau ada mafia tanah masuk, tangkap. Ada mafia tanah, gebuk karena itu bukan tanah mereka,” terang Hadi.Menurutnya, untuk menutup celah mafia tanah ini, masyarakat harus segara mensertifikatkan tanahnya. Sehingga dengan adanya bukti tanda kepemilikan tanah itu, ruang gerak mafia tanah akan semakin sempit.”Jika seluruh tanah sudah terdaftar, tidak ada mafia tanah. Karena ketika ada mafia tanah akan bermain, itu terlihat miliknya Pak A, Pak B, tidak mungkin bisa diambil,” kata Hadi Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler