Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) rupanya tidak masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas 2023. Hal ini lantaran RUU tersebut masih banyak menuai polemik.
Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya mengatakan RUU Sisdiknas masih menimbulkan pro dan kontra di publik. Karena itu, pihaknya berharap kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya.
”Ya, karena DPR tidak ingin kerusuhan yang terjadi bertambah parah. Kami bersepakat kemudian untuk pemerintah khususnya Mendikbud membuka ruang dialog dengan stakeholder secara luas kemudian tidak menciptakan kerusuhan yang baru,” kata Willy, dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/9/2022).
Baca: Nadiem Sebut RUU Sisdiknas Jamin Kesejahteraan Guru
Selain itu, Willy meminta Nadiem agar benar-benar matang dalam mempertimbangkan ragam aspirasi di publik terkait usulan RUU ini. Willy mendorong RUU Sisdiknas agar lebih disempurnakan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi guru. (MURIANEWS)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) rupanya tidak masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas 2023. Hal ini lantaran RUU tersebut masih banyak menuai polemik.
Wakil Ketua Baleg DPR Willy Aditya mengatakan RUU Sisdiknas masih menimbulkan pro dan kontra di publik. Karena itu, pihaknya berharap kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya.
”Ya, karena DPR tidak ingin kerusuhan yang terjadi bertambah parah. Kami bersepakat kemudian untuk pemerintah khususnya Mendikbud membuka ruang dialog dengan stakeholder secara luas kemudian tidak menciptakan kerusuhan yang baru,” kata Willy, dikutip dari Kompas.com, Rabu (21/9/2022).
Baca: