Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Komisi  Pemilihan Umum (KPU) membantah bahwa sebanyak 105 juta dapa penduduk yang berasal dari instansinya diduga bocor. Tidak hanya itu, data tersebut diduga juga diperjual belikan dalam forum online Breached Forums.

Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU RI Betty Epsilon mengatakan, setelah mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung melakukan analisis data.

”Setelah kami analisis, coding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (7/9/2022).

Sementara Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU RI Idham Holik mengatakan, ada beberapa perbedaan antara data yang bocor tersebut dan data resmi milik KPU.

Baca: 105 Juta Data Penduduk dari KPU Diduga Bocor

”Melihat header dari tampilan data tersebut (di forum Breached), itu bukan header data yang biasa ditampilkan oleh KPU,” kata Idham.

Dia juga mengatakan bahwa Header yang berada di Breached Forum itu tercatat mulai dari jenis kelamin, Kartu Keluarga (KK), Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan disabilitas.

”Biasanya kami dalam menampilkan data itu dengan kolom kelamin, nomor KK, NIK, dan ‘difabel’,” sambung dia.

Kemudian, ia juga menyoroti munculnya kolom usia dalam data bocor di forum Breached, Menurut Idham, kolom usia tak pernah ada dalam data Sidalih (Sistem Data Pemilih) mana pun.Dia juga memberi contoh soal kode identitas wilayah yang menurutnya tidak sesuai dengan kode yang digunakan KPU RI.Baca: KPU Grobogan Bakal Punya Kantor Baru”(Misalnya), melihat dari ID provinsi, kecamatan, dan kelurahan, itu (data di forum Breached) bukan ID yang biasa kami tampilkan. Bahkan, kalau melihat data tersebut, Sulawesi Selatan ID-nya bukan itu,” ujar Idham.Dia juga mengklaim bahwa data keanggotaan partai politik masih aman. Termasuk aplikasi Sipol (Sistem Informasi Partai Politik) yang saat ini sedang dipakai menghimpun identitas keanggotaan dalam pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2024.”Ini tentu menjadi perhatian kami dan kami akan sampaikan di forum rapat pleno. Yang jelas ini bukan data dari KPU. Itu bukan data milik KPU. Data KPU tetap aman. Itu yang perlu kami tegaskan,” pungkasnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler