Mendes PDTT Minta Warga Gunakan Limbah Kayu untuk Memasak
Murianews
Jumat, 2 September 2022 15:29:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim meminta masyarakat agar tidak terlalu bergantung dengan gas elpiji. Sebab, hal itu justru akan membuat inflasi daerah meningkat.
Sebaliknya, dia meminta agar masyarakat kembali menggunakan limbah kayu yang ada di sekitar rumah untuk memasak.
Dia menceritakan dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa di daerah tersebut warga tidak membutuhkan Elpiji. Sebab, sebagian besar warga justru menggunakan limbah kayu untuk kebutuhan memasak.
”Kemarin saya ke NTT mereka tidak butuh elpiji, tinggal bagaimana ini membudayakan kembali sambil memperhatikan lingkungannya dengan memanfaatkan limbah hutan dan lainnya sehingga tidak merusak hutan,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (2/9/2022).
Menurutnya, hal ini akan sangat membantu untuk menurunkan kebutuhan energi. Sebab, apabila masyarakat masih tergantung dengan gas Elpiji, maka kebutuhan energi akan terus meningkat.
”Ini akan menurunkan kebutuhan energi,” sambungnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Memasak pakai kayu (Pixabay.com)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim meminta masyarakat agar tidak terlalu bergantung dengan gas elpiji. Sebab, hal itu justru akan membuat inflasi daerah meningkat.
Sebaliknya, dia meminta agar masyarakat kembali menggunakan limbah kayu yang ada di sekitar rumah untuk memasak.
Dia menceritakan dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT) bahwa di daerah tersebut warga tidak membutuhkan Elpiji. Sebab, sebagian besar warga justru menggunakan limbah kayu untuk kebutuhan memasak.
”Kemarin saya ke NTT mereka tidak butuh elpiji, tinggal bagaimana ini membudayakan kembali sambil memperhatikan lingkungannya dengan memanfaatkan limbah hutan dan lainnya sehingga tidak merusak hutan,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (2/9/2022).
Menurutnya, hal ini akan sangat membantu untuk menurunkan kebutuhan energi. Sebab, apabila masyarakat masih tergantung dengan gas Elpiji, maka kebutuhan energi akan terus meningkat.
”Ini akan menurunkan kebutuhan energi,” sambungnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi daerah pada tingkat desa adalah rangkaian kegiatan dalam lingkup wewenang desa yang difokuskan agar barang dan di desa tidak mengalami kenaikan.
Oleh karena itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pihaknya segera mengeluarkan Kepmendesa PDTT 97/2022 tentang Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Daerah pada Tingkat Desa, fokus mensirkulasikan produk pangan dan energi antar desa untuk menjaga harga barang di desa tetap rendah, terutama komoditas pangan dan energi.
Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Merdeka.com