Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), kembali membuka seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan tahun 2022.

Seleksi ini merupakan gelombang kedua bagi lulusan D4 hingga S1. Sedangkan untuk kuotanya sendiri ada 40 ribu formasi.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pendidikan Profesi Guru, Temu Ismail mengatakan, para guru yang mengikuti seleksi ini nantinya akan mendapatkan sertifikat pendidik. Dengan sertifikat itu, mereka akan menjadi prioritas untuk mengisi kekosongan guru di Indonesia.

Baca: Para Guru Merapat, Kemendikbudristek Buka Program PPG

”Program PPG Prajabatan tahun 2022 ini diselenggarakan guna mewujudkan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru baik secara kualitas dan kuantitas,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (2/9/2022).

Selain itu, lanjut dia, program ini bertujuan untuk menghadirkan guru bersertifikat dan profesional, dengan penyelenggaraan program yang dirancang melalui berbagai penjelasan berdasarkan Program Transformasi Pendidikan Merdeka Belajar.
Dirinya berharap, lulusan PPG Prajabatan diharapkan mampu menjadi guru profesional pemula dan dapat menjadi teladan. Kemudian menjadi pembelajar yang mampu mengembangkan rencana dan pelaksanaan, serta dapat melakukan evaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.Baca: Kemenag Siapkan 10.000 Kuota Pendidikan Profesi Guru”Kami harapkan Juga dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila, terampil dalam mengembangkan lingkungan belajar, dan dapat memfasilitasi peserta didik belajar dengan melibatkan orang tua dan masyarakat,” ungkapnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler