Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa kuota untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis pertalite diperkirakan akan habis pada September mendatang. Hal ini lantaran konsumsi pertalite yang membengkak selama tiga bulan terakhir.
Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah menetapkan kuota pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter (KL) pada 2022.
”Namun, hingga Juli 2022 realisasi konsumsi Pertalite di masyarakat ternyata sudah mencapai 16,84 juta KL,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/8/2022).
Baca: Sri Mulyani Ngomong, Harga Pertalite Harusnya Rp 14.450 per Liter
Dia juga merinci konsumsi pertalite setiap bulan dari masyarakat. Menurutnya, dalam setiap bulan konsumsinya mencapai 2,4 juta KL.
”Kalau pola konsumsinya sama (2,4 juta KL per bulan), maka akhir Sptember kuta pertalite akan habis,” imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pengguna kendaraan di Pati masih memilih BBM jenis premium ketimbang pertalite. (MuriaNewsCom/Lismanto)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa kuota untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis pertalite diperkirakan akan habis pada September mendatang. Hal ini lantaran konsumsi pertalite yang membengkak selama tiga bulan terakhir.
Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah telah menetapkan kuota pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter (KL) pada 2022.
”Namun, hingga Juli 2022 realisasi konsumsi Pertalite di masyarakat ternyata sudah mencapai 16,84 juta KL,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/8/2022).
Baca: