Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis petalite dan solar, kini mendapatkan penolakan dari sejumlah partai politik. PKS dan Demokrat bahkan sudah kompak menolak kenaikan tersebut.

Penolakan itu disampaikan pada saat sidang Paripurna di DPR yang membahas tentang RUU APBN 2023.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Sukamta menyatakan alasan pemerintah dalam rencana menaikkan harga BBM salah. Ia pun meminta pemerintah jujur dan tidak menggiring opini publik untuk menyetujui rencana kenaikan harga BBM.

”Alasan pemerintah bahwa subsidi BBM 2022 sudah mencapai Rp500 triliun itu tidak benar,” tegas Sukamta, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (23/8/2022).

Baca: Kementerian ESDM Sebut Kenaikan BBM Bersubsidi adalah Opsi Pemerintah

”Subsidi energi 2022 sebesar Rp208,9 triliun, itu pun terdiri dari subsidi BBM dan LPG pertamina Rp149,4 triliun serta subsidi listrik Rp59,6 triliun. Pemerintah seharusnya jujur, bukan membuat framing utang,” sambungnya.

Ia menegaskan, PKS menolak rencana kenaikan BBM. Menurutnya, permasalahan BBM ibarat bom waktu yang tidak siap dihadapi oleh pemerintah.

Menurutnya, ada banyak strategi yang bisa dilakukan pemerintah selain menaikkan BBM bersubsidi. Misalnya, mendorong penurunan konsumsi BBM dengan mendorong peningkatan layanan transportasi umum, peningkatan pajak kendaraan mewah, serta mendorong penggunaan mobil listrik.

”Kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM merupakan kebijakan paling mudah, padahal masih banyak strategi yang bisa dilakukan,” ujarnya.Baca: Erick Thohir Pastikan Pasokan BBM Bersubsidi AmanMenurutnya, apabila pertalite dinaikkan, justru akan menambah beban dan kesengsaraan rakyat, terutama bagi mereka yang masih menggunakan motor. Terlebih mereka ini adalah orang-orang yang tergolong berpenghasilan rendah.”Sehingga ini justru berpotensi pada peningkatan jumlah angka kemiskinan di Indonesia,” tegasnya.Terpisah, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat menyatakan bahwa fraksinya menolak rencana kenaikan harga BBM. Ia menyatakan bahwa fraksinya akan berjuang bersama rakyat yang sedang mengalami kesulitan saat ini.”Demokrat bersama rakyat, rakyat sedang susah, tolak kenaikan BBM,” kata Irwan di Ruang Rapat Paripurna DPR. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler