Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak dengan adanya rencana kenaikan harga BBM subsidi yang saat ini digaungkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Tidak hanya BBM subsidi, para butuh juga menolak kenaikan gas Elpiji.
Ketua KSPI Said Iqbal memberikan sejumlah alasan terkait penolakan rencana kenaikan harga BBM tersebut. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan mengakibatkan lonjakan inflasi yang diprediksi bisa tembus di angka 6,5 persen.
”Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan inflasi yang tajam, dan harga pertalite yang katanya dipatok Rp10 ribu akan membuat inflasi tembus di angka 6,5 persen. Sekarang inflasi sudah 4,9 persen,” kata Said Iqbal, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (23/8/2022).
Baca: Jokowi Buka Suara Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite
Ia mengatakan lonjakan inflasi bisa berdampak ke pelemahan daya beli masyarakat. Apalagi sudah tiga tahun berturut-turut ini buruh pabrik tidak naik upah minimumnya.
”Kenaikan harga BBM yang tidak diimbangi dengan kenaikan upah, sampai 5 tahun mendatang karena omnibus law, itu akan membuat daya beli terpuruk anjlok 50 persen lebih. Kami pro subsidi dan jaminan sosial,” imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kendaraan bermotor memadati SPBU Matahari Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak dengan adanya rencana kenaikan harga BBM subsidi yang saat ini digaungkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan. Tidak hanya BBM subsidi, para butuh juga menolak kenaikan gas Elpiji.
Ketua KSPI Said Iqbal memberikan sejumlah alasan terkait penolakan rencana kenaikan harga BBM tersebut. Menurutnya, kenaikan harga BBM akan mengakibatkan lonjakan inflasi yang diprediksi bisa tembus di angka 6,5 persen.
”Kenaikan harga BBM akan mengakibatkan inflasi yang tajam, dan harga pertalite yang katanya dipatok Rp10 ribu akan membuat inflasi tembus di angka 6,5 persen. Sekarang inflasi sudah 4,9 persen,” kata Said Iqbal, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (23/8/2022).
Baca: