Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Tim dokter forensik yang melakukan autopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J secara terbuka telah melakukan konferensi pers di Mabes Polri, Senin (22/8/2022). Dalam keterangannya, terdapat lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar.

Ketua Tim Dokter Forensik dr Ade Firmansyah mengatakan, ada lima luka tembak masuk dan empat luka tembak keluar di tubuh Brigadir J berdasarkan hasil autopsi.

”Dari luka-luka yang ada. Ada lima luka tembak masuk, empat luka tembak keluar,” katanya, dikutip dari detik.com, Senin (22/8/2022).

Ade menjelaskan, dari semua luka itu, ada dua luka fatal di tubuh Brigadir J. Kedua luka itu terletak di dada dan kepala.

”Ada dua luka yang fatal tentunya, ada dua luka fatal, yaitu luka di daerah dada dan kepala,” ujar Ade.

Baca: Bharada E Beberkan Nama-nama yang Terlibat Penembakan Brigadir J  

Selanjutnya, dari hasil autopsi, luka kekerasan yang ditemukan adalah luka akibat senjata api. Tidak ada bekas kekerasan selain luka senjata api.

”Saya bisa yakinkan sesuai dengan hasil pemeriksaan kami baik saat melakukan autopsi, pemeriksaan penunjang dengan pencahayaan, dan mikroskopik bahwa tidak ada luka-luka di tubuhnya selain luka akibat kekerasan senjata api,” terang dr Ade.”Tidak ada tanda kekerasan selain kekerasan senjata api pada tubuh korban,” sambungnya.Seperti diketahui, autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan pada 27 Juli 2022 di Jambi. Dokter Ade Firmansyah menegaskan tidak ada intervensi dalam autopsi ulang ini.Baca: Tagar Copot Kapolda Fadil Kian Ramai, Buntut Pembunuhan Brigadir J”Kami di sini bersifat independen, tidak memihak, dan tidak dipengaruhi oleh apa pun. Kami bisa yakinkan tidak ada tekanan-tekanan apa pun kepada kami sehingga kami bisa bekerja dengan leluasa, bisa menyampaikan hasilnya dalam kurun waktu 4 minggu kurang sedikit,” ungkapnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler