Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih belum berencana untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite dan solar untuk kuartal III/2022.

Namun, Jokowi tetap akan menggunakan mekanisme pembatasan pembelian untuk BBM bersubsidi itu. Bahkan skema subsidi nantinya akan dialihkan ke perorangan.

”Sistemnya masih dirancang karena harus on dulu,” kata Airlangga Hartanto, dikutip dari CNBCIndonesia.com, Sabtu (20/8/2022).

Baca: Luhut Sebut Jokowi akan Umumkan Kenaikan Pertalite dan Solar Minggu Depan

Untuk menjalankan skema ini, pemerintah akan tetap menggunakan aplikasi MyPertamina yang saat ini gencar disosialisasikan.

Menurutnya, hingga saat ini data untuk penerima subsidi BBM yang masuk dalam aplikasi MyPertamina masih terus dikumpulkan.

”Kita bicara subsidi perorangan bukan kendaraan,” tegasnya.
Sementara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya membeberkan tiga opsi terkait dengan permintaan Pertalite dan solar subsidi yang meningkat, disertai dengan tingginya harga bahan bakar tersebut.Baca: Kabar Harga Pertalite Naik Rp 10.000 per Liter, Ini Kata Erick ThohirPertama, pembatasan dilakukan berdasarkan besaran kriteria cubicle centimeter (cc) kendaraan. Kedua, pembelian Pertalite hanya mobil umum dan roda dua atau motor saja. Ketiga, pembelian hanya untuk warga yang tidak mampu berdasarkan data dan akan diberikan subsidi melalui PKH atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) ataupun Bantuan Sosial (Bansos) sembako.”Itu yang kemungkinan bisa dipakai, tapi masih ada alternatif yang belum final,” ungkap Jokowi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNBCIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler