Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa ada sekelompok orang yang merupakan anak buah Irjen Ferdy Sambo, menutupi kasus pembunuhan Brigadir J dari kapolri jenderal Listyo Sigit.

Mahfud mengatakan, karena itulah kemudian Kapolri sedikit lambat dalam mengusut masalah pembunuhan Brigadir J itu.

”Kasus Sambo ini disembunyikan dari Kapolri oleh orang-orang Sambo, sehingga kapolri agak lambat,” kata Mahfud dalam wawancaranya yang disiarkan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored dikutip Kamis (18/8/2022).

Tidak hanya kasus Sambo, Mahfud mengatakan Kapolri kerap kesulitan dalam menyelesaikan kasus lain yang menyeret anggotanya. Sebab, dalam tubuh polri terdapat kelompok-kelompok punya kuasa.

Baca: Mahfud Md Buka Suara Soal Spekulasi Motif Pembunuhan Brigadir J

Kelompok-kelompok itu, ujar Mahfud, sering mencoba menghalangi penyelesaian suatu kasus.

”Kenapa Kapolri itu tidak selalu mudah menyelesaikan masalah? Padahal secara formal ia menguasai, tapi ada kelompok kelompok yang menghalangi. Termasuk kasus ini (Sambo) kan,” kata dia.

Menurut Mahfud, Listyo tetap bisa mengusut kasus-kasus yang ada termasuk kematian Brigadir J. Dia mengatakan Listyo pun bisa berkoordinasi dengan baik bersama pemerintah.”Misalnya komunikasi dengan kita, masyarakat, sehingga jalan kasusnya, selesai meski agak terlambat,” ujarnya.Baca: Mahfud Md Sebut Motif Penembakan Brigadir J Hanya Boleh Didengar Orang DewasaMahfud menyebut perlu ada pembenahan di tubuh kepolisian. Di dalam Polri, menurut Mahfud, tidak boleh ada kelompok-kelompok tertentu.”Itu menunjukan perlu ada pembenahan Polri itu sebagai kesatuan sebagai institusi pemerintah,” ujarnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Akbar Faizal Uncensored

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler