Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Komnas HAM mengungkap peristiwa penembakan brigadir J hingga tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta. Pengungkapan itu setelah Komnas HAM memeriksa beberapa saksi dan pemeriksaan CCTV.

Ketua Komnas HAM Taufan Damanik menjelaskan, pada saat sebelum waktu kejadian, yakni pada Jumat (8/7/2022), sekitar pukul 15.29 WIB, Ferdy Sambo menggunakan seragam polisi dan satu ajudannya mendatangi rumah pribadinya yang berada di Jalan Saguling, Duren Tiga.

Bersamaan dengan itu, terlihat tenaga kesehatan yang melakukan tes PCR. Sekitar pukul 15.40 WIB, Putri bersama para ajudan, termasuk Bharada E dan Brigadir J datang ke rumah pribadi, setelah melakukan perjalanan dari Magelang.

Baca: Usai Diperiksa Penyidik, Irjen Ferdy Sambo Dicopot Kapolri

Dalam rekaman CCTV terlihat mereka melakukan tes PCR satu persatu, termasuk Putri, Bharada E dan Brigadir J. Tes PCR selesai sekitar pukul 16.07 WIB.

Kemudian, pada pukul 16.31 WIB para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J berkumpul bersama dalam keadaan santai.

Taufan menyebut mereka bercengkerama sambil tertawa. Hal itu diketahui berdasarkan komunikasi terakhir Brigadir J dengan kekasihnya Vera.

”Jam 16.31 WIB bertelpon ke Yosua, dia mendengar waktu Yosua menjawab itu ada suara orang tertawa-tawa, jadi Yosua itu lagi kumpul-kumpul dengan temannya, biasa kan, sambil menunggu bosnya ini berkemas ke rumah dinas,” kata Taufan, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (6/8/2022).

Baca: Usai Diperiksa Penyidik, Irjen Ferdy Sambo Dicopot Kapolri

Kemudian, antara pukul 17.09 dan 17.12 WIB, mereka meninggalkan rumah pribadi ke rumah dinas Sambo yang berjarak cukup dekat dengan rumah pribadi. Berselang beberapa menit, kata Taufan, Ferdy Sambo bersama ajudannya meninggalkan rumah pribadi. Dia pergi berlain arah dengan rombongan Putri.Pada pukul 17.23 WIB, masih rekaman kamera CCTV masih merekam ada mobil milik Sambo yang berusaha putar balik.Taufan menyebut berputarnya rombongan Sambo, karena mendapat telepon dari istrinya PC. Sambo diberitahu terkait peristiwa itu oleh PC bahwa ada peristiwa penembakan.”Dalam CCTV itu berhenti, nah kemudian berbalik mobilnya itu, CCTV enggak bisa menjelaskan apa apa, tapi hanya keterangan penyidik yang menyatakan bahwa katanya dia menuju rumah dinas itu karena ditelepon oleh istrinya ada kejadian itu, itu versi dia,” ujar dia.Baca: Irjen Ferdy Sambo Penuhi Panggilan Penyidik, Minta Maaf ke PolriSetelah itu, PC pergi meninggalkan rumah dinas Sambo dan bertolak ke rumah pribadi. Sampai di sana, PC terlihat menangis.”Enggak berapa lama keliatan lagi CCTV si ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, nampak wajahnya seperti menangis, didampingi ada satu dua orang yang di belakangnya,” kata Taufan. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler