Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menggandengkan Prabowo-Jokowi untuk maju sebagai calon presiden (Capres)-Calon wakil presiden (Cawapres) dalam pemilu 2024, sudah menjadi perbincangan publik. Namun, dua pasangan itu bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.
Terlebih, Jokowi masih mempunyai taring untuk memimpin Indonesia. Namun, apabila maju sebagai capres, tentu akan melanggar konstitusi. Berbeda cerika ketika Jokowi maju sebagai cawapres.
Kemungkinan pasangan Prabowo-Jokowi ini diungkapkan oleh politisi senior Partai Nasdem, Zulfan Lindan. Dia menerka kemungkinan Jokowi untuk maju lagi dalam kontestasi pemilu 2024.
Baca: Survei Indopol: Elektabilitas Ganjar Melesat di Atas Prabowo dan Puan
”Kemarin di Monas ada itu deklarasinya, walaupun hanya 30 orang tapi itu kan kalau pelan-pelan bisa jadi serius,” kata Zulfan, dikutip dari detik.com, kamis (4/8/2022).
Zulfan mengatakan Jokowi hanya bisa menjadi cawapres Prabowo lantaran semua nama-nama yang beredar sekarang adalah junior Jokowi, kecuali Prabowo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Menhan Prabowo Subianto mendampingi Presiden Jokowi saat berkunjung di Kalimantan Timur. (BPMI Setpres/Lukas)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menggandengkan Prabowo-Jokowi untuk maju sebagai calon presiden (Capres)-Calon wakil presiden (Cawapres) dalam pemilu 2024, sudah menjadi perbincangan publik. Namun, dua pasangan itu bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi.
Terlebih, Jokowi masih mempunyai taring untuk memimpin Indonesia. Namun, apabila maju sebagai capres, tentu akan melanggar konstitusi. Berbeda cerika ketika Jokowi maju sebagai cawapres.
Kemungkinan pasangan Prabowo-Jokowi ini diungkapkan oleh politisi senior Partai Nasdem, Zulfan Lindan. Dia menerka kemungkinan Jokowi untuk maju lagi dalam kontestasi pemilu 2024.
Baca: