Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Hingga saat ini, tiga negara tetangga telah mengincar beras produksi Indonesia. Bahkan tiga negara itu sudah berkirim surat untuk bisa mengimpor beras dari Indonesia.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, produksi beras di Indonesia hingga saat ini masih tercatat surplus. Sekali pun sudah ada tiga negara yang meminta untuk impor, tetapi pihaknya masih menunggu intruksi dari atasan.

”Sehingga, negara lain pun mengirimkan surat resmi ke pemerintah, meminta (beras) ke Indonesia. China itu minta 2,4 juta ton. Ada juga Brunei dan Timur Tengah. Tapi kami menunggu arahan dari pimpinan,” kata Suwandi, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (4/8/2022).

Baca: Indonesia Akan Ekspor Beras ke Cina Hingga Arab Saudi

Suwandi menambahkan, selama 3 tahun terakhir, secara berturut-turut Indonesia tidak pernah mengimpor beras umum. Bahkan, kata dia, produksi beras nasional selalu surplus.

”Produktivitas padi RI itu nomor 2 setelah Vietnam. Setiap tahun surplus dan harga pun stabil. Sehingga berkontribusi positif bagi inflasi. Beras dan jagung relatif terkendali, aman” terangnya.
Menurutnya, hal ini adalah hasil kerja keras para petani Indonesia. Selain itu juga termasuk upaya pemerintah memacu ekstensifikasi dan intensifikasi, menaikkan produksi dan produktivitas padi.Baca: Horor! Truk Bermuatan Beras Tiba-Tiba Kesasar di Kuburan Melalui Jalan Setapak”Selain itu, terjadi peningkatan akses KUR pertanian. Di tahun 2021, akses KUR itu mencapai Rp85 triliun, dimana Rp14-16 triliun itu khusus padi dan penggilingan. Lalu, kondisi iklim dimana serangan hama penyakit dan banjir relatif berkurang. Sehingga, yang pusa (gagal panen) di bawah ambang toleransi,” lanjutnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNBC Indonesia

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler