Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu dengan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat di Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Usai pertemuan itu, Mahfud mengatakan bahwa kasus penembakan Brigadir J bukan kasus biasa seperti kriminal yang lainnya, melainkan ada psiko herarki dan psiko politis.

”Saya katakan maaf ini tak sama dengan kriminil biasa, sehingga harus bersabar, karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya,” kata Mahfud, dikutip dari CNNIndoensia.com, Rabu (3/8/2022).

Baca: 11 Kejanggalan Hasil Autopsi Brigadir J yang Diungkap Pengacara Keluarga

Namun, Mahfud tidak menjelaskan lebih lanjut terkait psiko herarkial dan psiko politis dalam kasus yang menimpa Brigadir J ini.

Kendati demikian, pihaknya meminta agar semua pihak bersamar untuk menunggu hasil dari kerja keras yang dilakukan oleh tim polri.

Dia juga menegaskan bahwa Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo tengah mengusut kasus tersebut agar semuanya terang benderang.
”Ada yang bilang katanya 'tingkat Polsek juga bisa', tetapi ini ada tadi, ada psiko hierarkis dan psiko politis macam-macam. Sehingga kita harus sabar,” kata Mahfud.Baca: Hasil Autopsi Ulang Brigadir J akan Dibuka di PengadilanMahfud pun mengaku tidak ikut campur dalam proses penyelidikan kasus Brigadir J itu. Namun, Ia hanya mengawal berbasis kebijakan negara agar kasus ditangani dengan benar dan terbuka.”Soal pendapat dan proses itu saya tidak boleh ikut campur. Tugas saya adalah mengawal kebijakan dan arahan presiden bahwa harus dibuka dengan benar,” tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler