Mahfud MD Sebut kasus Brigadir J Ada Psiko Herarkial dan Psiko Politis
Murianews
Rabu, 3 Agustus 2022 14:18:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu dengan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat di Jakarta, Rabu (3/8/2022).
Usai pertemuan itu, Mahfud mengatakan bahwa kasus penembakan Brigadir J bukan kasus biasa seperti kriminal yang lainnya, melainkan ada psiko herarki dan psiko politis.
”Saya katakan maaf ini tak sama dengan kriminil biasa, sehingga harus bersabar, karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya,” kata Mahfud, dikutip dari CNNIndoensia.com, Rabu (3/8/2022).
Baca: 11 Kejanggalan Hasil Autopsi Brigadir J yang Diungkap Pengacara Keluarga
Namun, Mahfud tidak menjelaskan lebih lanjut terkait psiko herarkial dan psiko politis dalam kasus yang menimpa Brigadir J ini.
Kendati demikian, pihaknya meminta agar semua pihak bersamar untuk menunggu hasil dari kerja keras yang dilakukan oleh tim polri.
Dia juga menegaskan bahwa Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo tengah mengusut kasus tersebut agar semuanya terang benderang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Mahfud MD (Dok. Instagram)[/caption]
MURIANEWS, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD bertemu dengan ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat di Jakarta, Rabu (3/8/2022).
Usai pertemuan itu, Mahfud mengatakan bahwa kasus penembakan Brigadir J bukan kasus biasa seperti kriminal yang lainnya, melainkan ada psiko herarki dan psiko politis.
”Saya katakan maaf ini tak sama dengan kriminil biasa, sehingga harus bersabar, karena ada psiko hierarkial, ada juga psiko politisnya,” kata Mahfud, dikutip dari CNNIndoensia.com, Rabu (3/8/2022).
Baca: