Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam momen zikir dan doa kebangsaan 77 Tahun Kemerdekaan RI, mengungkapkan bahwa hingga saat ini subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah tembus di angka Rp 502 triliun.

Angka tersebut tergolong tinggi, lantaran negara lain saat ini justru sudah tidak menyubsidi minyak sama sekali. Terlebih, banyak negara yang saat ini justru sakit dan terpuruk hingga tidak mampu kembali bangkit. Namun, Indonesia masih kuat untuk menyubsidi salah satu kebutuhan pokok itu.

”Kita patut bersyukur alhamdulillah kalau bensin di negara lain harganya sudah Rp 31 ribu, Rp 32 ribu di Indonesia Pertalite harganya masih Rp 7.650. Tapi perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar, sekarang sudah Rp 502 triliun,” kata Jokowi, dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (2/8/2022).

Baca: Intip Momen Jokowi Genggam Tangan Habib Luthfi

”Negara manapun ndak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu, tapi alhamdulillah kita sampai masih kuat menahannya sampai sekarang, ini yang perlu kita syukuri bersama,” sambungnya.

Selain itu, menurut Jokowi, untuk harga pangan juga terus mengalami kenaikan bahkan hingga 50%. Terutama untuk komoditas gandum di Asia, Afrika dan Eropa dalam kondisi yang sangat sulit dan harganya mahal.

Jokowi juga menceritakan ketika dirinya bertemu dengan Presiden Ukraina Zelensky disebutkan stok gandum di Ukraina ada 22 juta ton dan stok panen 55 juta ton. Ini artinya 77 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar akibat perang.
Tak cuma dengan Zelensky, Jokowi juga bertemu dengan Putin yang menceritakan stok gandum di Rusia masih ada 130 juta ton. Jika dijumlahkan maka stok Ukraina dan Rusia mencapai 207 juta ton.Baca: Viral, Warga Depok Temukan Beras Bansos Jokowi Ditimbun Tanah”Jika gandum tersebut tidak bisa diekspor, maka bisa mengakibatkan 333 juta orang kelaparan. Bahkan mungkin 6 bulan lagi 800 juta orang kelaparan akut karena tidak ada lagi yang dimakan. Namun di Indonesia bahan pangan masih bisa kita cari dan tidak naik. Hal ini perlu disyukuri karena berkat kerja keras dan gotong royong,” ungkap Jokowi.”Sekali lagi marilah kita berdoa bersama dan berzikir memohon kepada Allah SWT agar negara kita selalu dilimpahi energi dan pangan agar tidak kekurangan. Mari berikhtiar agar kita melimpah dan bisa membantu negara lain yang sedang kesulitan,” doa Jokowi. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Youtube Sekretariat Presiden

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler