Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap ada beberapa penyakit yang membuat klaim BPJS naik bahkan hingga membuat tekor. Salah satunya adalah jenis penyakit jantung.

Menurutnya, penyakit jantung selain telah banyak menjadi penyebab hilangnya nyawa manusia juga menjadi sebab tingginya tagihan BPJS.

”Penyakit yang paling banyak menyebabkan kehilangan nyawa dan paling banyak tagihan di BPJS itu adalah penyakit jantung, heart disease,” kata Menkes dikutip dari detik.com, Selasa (26/7/2022).

Baca: Kelas BPJS Kesehatan akan Dihapus, Pembayaran Iuran 5 Persen dari Gaji

Dia juga membeberkan bahwa rujukan yang paling banyak sejauh ini adalah penyakit jantung. Sebagian besar adalah untuk pasang ring.

”Untuk layanan rujukan penyakit paling banyak jantung. Jadi, jantung intervensinya pasang ring,” tutur Budi.

Sekali pun pemasangan ring jantung ini ditanggung oleh BPJS, namun tidak semua provinsi bisa mendapatkan layanan tersebut.

Menurutnya, sejauh ini baru ada 28 provinsi dari 34 provinsi yang bisa diberikan layanan pemasangan ring jantung.

”Tidak semua provinsi Indonesia mendapatkan pelayanan pemasangan ring untuk pasien penyakit jantung. Dari 34 provinsi, hanya 28 yang baru bisa mendapatkan pelayanan tersebut,” ungkapnya.Baca: Dirut BPJS Kesehatan: Penghapusan Kelas Rawat Inap Tak Boleh Tergesa-gesaAdapun provinsi seperti Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, hingga Papua Barat sampai saat ini masih belum memiliki layanan khusus untuk pemasangan ring bagi pengidap penyakit jantung.”34 provinsi berapa yang bisa pasang ring kalau orang kena heart attack sebagai penyakit dengan kematian paling tinggi? (Jawabannya) 28,” lanjutnya.”Jadi catatan dari harapan kita, itu ada Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, Papua Barat, belum bisa pasang ring,” sambungnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler